Menyimak Puisi
Dalam pelajaran ini kita harus unggul. Anda akan belajar
mendengarkan atau menyimak puisi.Mendengarkan puisi adalah salah satu kegiatan apresiasi selain membaca puisi
dengan penuh pengkhayatan,menulis puisi dan mendeklarasikannya,serta menulis
resensi puisi. Kegiatan tersebut mnyebabkan seseorang memahami puisi secara
mendalam (dengan penuh pengkhayaan). Merasakan hal yg dirasakan penyair, mampu
menyerap nilai-nilai yg terkandung dalam puisi, dan menghargai puisi sebagai
karya seni dengan keinfahan dan kelemahannya.
Simaklah
puisi karya saya berikut :
Tak bisa lagi
Oleh : Wisnu adi kurniawan
Kenapa
tidak ada kata untuk cinta
Apa
aku jenuh,
Padahal
tak munafik aku butuh
Mustahil sebuah jiwa bertahan dalam sendiri
Yang
rasanya lebih berat dari rasa mati
Hari belum senja, tapi selalu saja
malam
Telinga ditengah bising tapi isi
hati hening
Bila tak ada tempat untuk cinta
Lalu aku hidup untuk apa
Aku
ini pengecut
Aku
hadir dalam galau
Aku
berdiri dalam sepi
Aku
jiwa yg di caci
Ahh.. aku tak tahu
Rasanya ingin kutulis sajak rindu
Tapi kenapa tak bisa lagi.
Ada 2 unsur puisi yg menlengkapi keindahan puisi
tersebut, yaitu :
1.
Struktur
fisik yang berupa bahasa yang digunakan dan merupakan struktur yg membangun
puisi, seperti majas, irama, rima kata-kata g bermakna konotasi dan kata-kata
yang bermakna lambang.
2.
Struktur
batin dan makna, yaitu pikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh penyair.
Jalin menjalin secara fungsional. Penyair mempunyai
maksud tertentu mengapa bait dan
barisnya disusun sedemikian rupa, mengapa menggunakan
kata-kata lambang, kiasan dan sebagainya
Unsur-unsur fisik puisi meliputi majas, irama, rima
kata-kata konotasi dan kata-ata bermakna lambang.
1.
Majas
Penyair puisi
biasanya menggunakan kata-kata yang tersusun-susun dan berpigura sehingga
bahasa puisi sering menggunakan bahasa figuratif. Bahasa figuratif itu
menyebabkan mkna kiasan dan
perlambangan. Bhasa kiasan tersebut mempunyai tujuan menciptakan efek lebih
kaya, lebih efektif, dan lebih sugestif dalam bahasa puisi.
Gaya bahasa atau majas yg digunakan
oleh penyair, antara lain : metafora, perbandingan,personifikasi, hiperbola,
sinekdok dan ironi.
2.
Irama
dan Rima
Unsur utama
musikalitas sebuah puisi adalah irama dan rima.
Irama dalam puisi adalah alun suara
alam perpaduan panang-pendek, tinggi rendah dan tinggi rendah pengucapan
kata-katanya.Puisi ratapan atau kesedihan, puisi pemujaan, atau puisi sanjungan
kepada Tuhan, maupun puisi sindiran, akan menglurkan irama yang berbeda.
3.
Kata-kata
berkonotasi
Kata kontasi
terkandung memiliki daya sugestif yang tinggi bagi pembacanya.
4.
Kata-kata
yang bermakna lambang
Penyair menggunakan
lambang dalam puisi adalah penyair
merasa bahwa kata-kata dari kehidupan sehari-hari belum cukup untuk
mengungkapkan makna yg hendak disampaikan kepada pembaca. Oleh karena itu
diperlukan pengantian oleh benda lain. Dengan simbol-simbol tersebut, makna
dalam puisi akan lebih hidup, lebih jelas dan lebih mudah dibayangkan oleh
pembaca.


23.40
admin

0 komentar:
Posting Komentar