Selasa, 04 Desember 2012

PUISI


       Menyimak Puisi  
Dalam pelajaran ini kita harus unggul. Anda akan belajar mendengarkan atau menyimak puisi.Mendengarkan puisi adalah salah satu  kegiatan apresiasi selain membaca puisi dengan penuh pengkhayatan,menulis puisi dan mendeklarasikannya,serta menulis resensi puisi. Kegiatan tersebut mnyebabkan seseorang memahami puisi secara mendalam (dengan penuh pengkhayaan). Merasakan hal yg dirasakan penyair, mampu menyerap nilai-nilai yg terkandung dalam puisi, dan menghargai puisi sebagai karya seni dengan keinfahan dan kelemahannya.
            Simaklah puisi karya saya berikut :
                       
 Tak bisa lagi
                                  Oleh : Wisnu adi kurniawan

Kenapa tidak ada kata untuk cinta
Apa aku jenuh,
Padahal tak munafik aku butuh
Mustahil  sebuah jiwa bertahan dalam sendiri
Yang rasanya lebih berat dari rasa mati

            Hari belum senja, tapi selalu saja malam
            Telinga ditengah bising tapi isi hati hening
Bila tak ada tempat untuk cinta
Lalu aku hidup untuk apa

Aku ini pengecut
Aku hadir dalam galau
Aku berdiri dalam sepi
Aku jiwa yg di caci

            Ahh.. aku tak tahu
            Rasanya ingin kutulis sajak rindu
Tapi kenapa tak bisa lagi.


Ada 2 unsur puisi yg menlengkapi keindahan puisi tersebut, yaitu :
1.      Struktur fisik yang berupa bahasa yang digunakan dan merupakan struktur yg membangun puisi, seperti majas, irama, rima kata-kata g bermakna konotasi dan kata-kata yang bermakna lambang.
2.      Struktur batin dan makna, yaitu pikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh penyair.
Jalin menjalin secara fungsional. Penyair mempunyai maksud tertentu mengapa bait dan
barisnya disusun sedemikian rupa, mengapa menggunakan kata-kata lambang, kiasan dan sebagainya 


Unsur-unsur fisik puisi meliputi majas, irama, rima kata-kata konotasi dan kata-ata bermakna lambang.
1.      Majas
Penyair puisi biasanya menggunakan kata-kata yang tersusun-susun dan berpigura sehingga bahasa puisi sering menggunakan bahasa figuratif. Bahasa figuratif itu menyebabkan  mkna kiasan dan perlambangan. Bhasa kiasan tersebut mempunyai tujuan menciptakan efek lebih kaya, lebih efektif, dan lebih sugestif dalam bahasa puisi.
           Gaya bahasa atau majas yg digunakan oleh penyair, antara lain : metafora, perbandingan,personifikasi, hiperbola, sinekdok dan ironi.

2.      Irama dan Rima
Unsur utama musikalitas sebuah puisi adalah irama dan rima.
           Irama dalam puisi adalah alun suara alam perpaduan panang-pendek, tinggi rendah dan tinggi rendah pengucapan kata-katanya.Puisi ratapan atau kesedihan, puisi pemujaan, atau puisi sanjungan kepada Tuhan, maupun puisi sindiran, akan menglurkan irama yang berbeda.

3.      Kata-kata berkonotasi
Kata kontasi terkandung memiliki daya sugestif yang tinggi bagi pembacanya.

4.      Kata-kata yang bermakna lambang
Penyair menggunakan lambang dalam puisi  adalah penyair merasa bahwa kata-kata dari kehidupan sehari-hari belum cukup untuk mengungkapkan makna yg hendak disampaikan kepada pembaca. Oleh karena itu diperlukan pengantian oleh benda lain. Dengan simbol-simbol tersebut, makna dalam puisi akan lebih hidup, lebih jelas dan lebih mudah dibayangkan oleh pembaca.









0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger